IT Deployment Team

Kamis, 28 Maret 2013

Sekilas Tentang Sejarah Kaligandu



 football team & team bara kuda



Secara geografis letak  Kaligandu sangat strategis karena adanya di daerah lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Kali kulon dan Nedelok papiriangan, serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu.

Pada saat terjadi serangan Jayakatwang, Raden Glodong bertugas menghadang bagian utara, ternyata serangan yang lebih besar justru dilancarkan dari selatan. Maka ketika Raden Gelondong Wijaya kembali ke Istana, ia melihat Istana Kerajaan  hampir habis dilalap api dan mendengar Kertanegara telah terbunuh bersama pembesar-pembesar lainnya.

Akhirnya ia melarikan diri bersama sisa-sisa tentaranya yang masih setia dan dibantu penduduk desa Kugagu. Setelah merasa aman ia pergi ke Madura meminta perlindungan dari Aryawiraraja. Berkat bantuannya ia berhasil menduduki tahta, dengan menghadiahkan daerah tarik kepada Raden Wijaya sebagai daerah kekuasaannya. Ketika tentara Mongol datang ke Jawa dengan dipimpin Shih-Pi, Ike-Mise, dan Kau Hsing dengan tujuan menghukum Kertanegara, maka Raden Glondong Wijaya memanfaatkan situasi itu bekerja mencari...... opo yo terus no lah....?????. Setelah Jayakatwang terbunuh, tentara Gowak berpesta pora merayakan kemenanganya. Kesempatan itu pula dimanfaatkan oleh Raden Glondong Wijaya untuk berbalik melawan tentara Gowak, sehingga tentara Gowak terusir dari Jawa dan pulang ke negrinya. Maka tahun 1293 Raden Glondong Wijaya naik tahta dan bergelar Sri Kertajasa Jayawardhana.
Raja-raja Kaligandu
Pangeran Embuh Ra Ngerti (1293 – 1309)
Merupakan pendiri kerajaan Kaligandu, pada masa pemerintahannya, Raden Glondong Wijaya dibantu oleh mereka yang turut berjasa dalam merintis berdirinya Kerajaan Kaligandu, pak RW yang sangat besar jasanya diberi kekuasaan atas sebelah Timur meliputi daerah kulon dan wetan, .
Raja Sopo Wae (1309-1328)

Kala Glondong naik tahta. Pada Masa pemerintahannnya ditandai dengan pemberontakan-pemberontakan. Misalnya pemberontakan Ranggalawe 1231 saka, pemberontakan Lembu Sora 1233 saka, pemberontakan Juru Demung 1235 saka, pemberontakan Gajah Biru 1236 saka, Pemberontakan Nambi, Lasem, Semi, Kuti dengan peristiwa Bandaderga. Pemberontakan Kuti adalah pemberontakan yang berbahaya, hampir meruntuhkan Kerajaan Kaligandu. Namun semua itu dapat diatasi. Raja Jayanegara dibunuh oleh tabibnya sendiri yang bernama Tanca. Tanca akhirnya dibunuh pula oleh Gajah Oleng.
Tribuwana Tunggadewi (1328 – 1350)
Raja Jayanegara meninggal tanpa meninggalkan seorang putrapun, oleh karena itu yang seharusnya menjadi raja adalah Gayatri, tetapi karena ia telah menjadi seorang Bhiksu maka digantikan oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan gelar Tribuwana Tunggadewi, yang dibantu oleh suaminya yang bernama Kartawardhana. Pada tahun 1331 timbul pemberontakan yang dilakukan oleh daerah Sadeng dan Keta (Besuki). Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada yang pada saat itu menjabat Patih Daha. Atas jasanya ini Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit menggantikan Pu Naga. Gajah Mada kemudian berusaha menunjukkan kesetiaannya, ia bercita-cita menyatukan wilayah Nusantara yang dibantu oleh Mpu Nala dan Adityawarman. Pada tahun 1339, Gajah Mada bersumpah tidak makan Palapa sebelum wilayah Nusantara bersatu. Sumpahnya itu dikenal dengan Sumpah Palapa, adapun isi dari amukti palapa adalah sebagai berikut :”Lamun luwas kalah nusantara isum amakti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, ring Sunda, ring Palembang, ring Tumasik, samana sun amukti palapa”. Kemudian Gajah Mada melakukan penaklukan-penaklukan.



Kehidupan Sosial Ekonomi dan Kebudayaan
Hubungan persahabatan yang dijalin dengan negara tentangga itu sangat mendukung dalam bidang perekonomian (pelayaran dan perdagangan). Wilayah kerajaan Majapahit terdiri atas pulau dan daerah kepulauan yang menghasilkan berbagai sumber barang dagangan.
Barang dagangan yang dipasarkan antara lain beras, lada, gading, timah, besi, intan, ikan, cengkeh, pala, kapas dan kayu cendana.

Dalam dunia perdagangan, kerajaan Majapahit memegang dua peranan yang sangat penting.
Sebagai kerajaan Produsen – Majapahit mempunyai wilayah yang sangat luas dengan kondisi tanah yang sangat subur. Dengan daerah subur itu maka kerajaan Majapahit merupakan produsen barang dagangan.
Sebagai Kerajaan Perantara – Kerajaan Majapahit membawa hasil bumi dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya. Keadaan masyarakat yang teratur mendukung terciptanya karya-karya budaya yang bermutu. bukti-bukti perkembangan kebudayaan di kerajaan Majapahit dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan berikut ini :
Candi : Antara lain candi Penataran (Blitar), Candi Tegalwangi dan candi Tikus (Trowulan).
Sastra : Hasil sastra zaman Majapahit dapat kita bedakan menjadi
Sastra Zaman Majapahit Awal
  • Kitab Negarakertagama, karangan Mpu Prapanca
  • Kitab Sutasoma, karangan Mpu Tantular
  • Kitab Arjunawiwaha, karangan Mpu Tantular
  • Kitab Kunjarakarna
  • Kitab Parhayajna
Sastra Zaman Majapahit Akhir
  • Hasil sastra zaman Majapahit akhir ditulis dalam bahasa Jawa Tengah, diantaranya ada yang ditulis dalam bentuk tembang (kidung) dan yang ditulis dalam bentuk gancaran (prosa). Hasil sastra terpenting antara lain :
  • Kitab Prapanca, isinya menceritakan raja-raja Singasari dan Majapahit
  • Kitab Sundayana, isinya tentang peristiwa Bubat
  • Kitab Sarandaka, isinya tentang pemberontakan sora
  • Kitab Ranggalawe, isinya tentang pemberontakan Ranggalawe
  • Panjiwijayakrama, isinya menguraikan riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja
  • Kitab Usana Jawa, isinya tentang penaklukan Pulau Bali oleh Gajah Mada dan Aryadamar, pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel dan penumpasan raja raksasa bernama Maya Denawa.
  • Kitab Usana Bali, isinya tentanng kekacauan di Pulau Bali.
Selain kitab-kitab tersebut masih ada lagi kitab sastra yang penting pada zaman Majapahit akhir seperti Kitab Paman Cangah, Tantu Pagelaran, Calon Arang, Korawasrama, Babhulisah, Tantri Kamandaka dan Pancatantra.


Sekian dari Anak Kaligandu Grabag MagelangMohon Maaf Lahir Batin nyuwun Ngapunten Samudro Panget Sami

regar'ds

Admin

Jumat, 22 Maret 2013

Setting Mikrotik Sebagai Gateway Server


MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai
network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa
dilakukan melalui Windows application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada
Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk
keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :
- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
- Statefull firewall
- HotSpot for Plug-and-Play access
- remote winbox GUI admin
Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.
Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap
segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software
mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita
membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.
===========================================================================
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password:
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “Waton”
[admin@Mikrotik] > system identity set name=Waton
[admin@Waton] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local
kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@Waton] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interfac
e=ether1
[admin@Waton] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interfac
e=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@Waton] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@Waton] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.0.254
[admin@Waton] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@Waton] >
10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@Waton] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1>
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1>
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@Waton] >
11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@Waton] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=
no
[admin@Waton] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=
no
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@Waton] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@Waton] >
13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@Waton] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@Waton] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@Waton] > ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1
chain: srcnat
[admin@Waton] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@Waton] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@Waton] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client
Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4. Lihat status DHCP server
[admin@Waton] > ip dhcp-server print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah 5.
5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif.
6. Tes Dari client

Mikrotik Indonesia

Memisahkan Bandwidth Local dan Internasional dengan Mikrotik


Selama mengelola Mikrotik Indonesia, banyak sekali muncul pertanyaan bagaimana cara melakukan pemisahan queue untuk trafikinternet internasional dan trafik ke internet Indonesia (OpenIXP dan IIX). Di internet sebetulnya sudah ada beberapa website yang menampilkan cara pemisahan ini, tapi kami akan coba menampilkan kembali sesederhana mungkin supaya mudah diikuti.
Pada artikel ini, kami mengasumsikan bahwa:
  1. Router Mikrotik melakukan Masquerading / src-nat untuk client. Client menggunakan IP privat.
  2. Gateway yang digunakan hanya satu, baik untuk trafik internasional maupun IIX.
  3. Anda bisa menggunakan web-proxy internal ataupun tanpa web-proxy. Jika Anda menggunakan web-proxy, maka ada beberapa tambahan rule yang perlu dilakukan. Perhatikan bagian NAT dan MANGLE pada contoh di bawah ini.
Jika ada parameter di atas yang berbeda dengan kondisi Anda di lapangan, maka konfigurasi yang ada di artikel ini harus Anda modifikasi sesuai dengan konfigurasi network Anda.
network diagram
Pengaturan Dasar
Berikut ini adalah diagram network dan asumsi IP Address yang akan digunakan dalam contoh ini.
Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface sesuai dengan tugasnya masing-masing.
[admin@MikroTik] > /interface pr Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running #    NAME            TYPE   RX-RATE  TX-RATE  MTU 0  R ether-public     ether  0        0        1500 1  R ether-local      ether  0        0        1500
Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.0.0/24, dan IP Address 192.168.0.1 difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada router, interface ether-local. Klien dapat menggunakan IP Address 192.168.0-2 hingga 192.168.0.254 dengan subnet mask 255.255.255.0.
[admin@MikroTik] > /ip ad pr Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic # ADDRESS         NETWORK     BROADCAST     INTERFACE 0 202.0.0.1/24    202.0.0.0   202.0.0.255   ether-public 1 192.168.0.1/24  192.168.0.0 192.168.0.255 ether-local
Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur “allow remote request”.
Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat seperti contoh berikut.
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 0   chain=srcnat out-interface=ether-public     action=masquerade
Jika Anda menggunakan web-proxy transparan, Anda perlu menambahkan rule nat redirect, seperti terlihat pada contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 0  chain=srcnat out-interface=ether-public   action=masquerade 1  chain=dstnat in-interface=ether-local protocol=tcp   dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 
Jangan lupa mengaktifkan fitur web-proxy, dan men-set port layanan web-proxynya, dan disesuaikan dengan port redirect pada contoh di atas.
CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.
Pengaturan IP Address List
Mulai Mikrotik RouterOS versi 2.9, dikenal dengan fitur yang disebut IP Address List. Fitur ini adalah pengelompokan IP Address tertentu dan setiap IP Address tersebut bisa kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall filter,nat, ataupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP Address yang diadvertise di OpenIXP dan IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL: http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar pk 05.30, dan merupakan data yang telah di optimasi untuk menghilangkan duplikat entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah baris pada script tersebut berkisar 430 baris.
Contoh isi file nice.rsc :
# Script created by: Valens Riyadi @ www.mikrotik.co.id # Generated at 26 April 2007 05:30:02 WIB ... 431 lines  /ip firewall address-list add list=nice address="1.2.3.4" rem [find list=nice] add list=nice address="125.162.0.0/16" add list=nice address="125.163.0.0/16" add list=nice address="152.118.0.0/16" add list=nice address="125.160.0.0/16" add list=nice address="125.161.0.0/16" add list=nice address="125.164.0.0/16" . . dst...
Simpanlah file tersebut ke komputer Anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses upload menggunakan MS-DOS prompt.
C:\>dir nice.* Volume in drive C has no label. Volume Serial Number is 5418-6EEF  Directory of C:\  04/26/2007  06:42p              17,523 nice.rsc               1 File(s)         17,523 bytes               0 Dir(s)  47,038,779,392 bytes free  C:\>ftp 192.168.0.1 Connected to 192.168.0.1. 220 R&D FTP server (MikroTik 2.9.39) ready User (192.168.0.1:(none)): admin 331 Password required for admin Password: ******** 230 User admin logged in ftp> ascii 200 Type set to A ftp> put nice.rsc 200 PORT command successful 150 Opening ASCII mode data connection for '/nice.rsc' 226 ASCII transfer complete ftp: 17523 bytes sent in 0.00Seconds 17523000.00Kbytes/sec. ftp> bye 221 Closing  C:\>
Setelah file diupload, import-lah file tersebut.
[admin@MikroTik] > import nice.rsc Opening script file nice.rsc Script file loaded and executed successfully
Pastikan bahwa proses import telah berlangsung dengan sukses, dengan mengecek Address-List pada Menu IP – Firewall
address list nice
Proses upload ini dapat juga dilakukan secara otomatis jika Anda memiliki pengetahuan scripting. Misalnya Anda membuat shell script pada Linux untuk melakukan download secara otomatis dan mengupload file secara otomatis setiap pk 06.00 pagi. Kemudian Anda tinggal membuat scheduler pada router untuk melakukan import file.
Pengaturan Mangle
Langkah selanjutnya adalah membuat mangle. Kita perlu membuat 1 buah connection mark dan 2 buah packet mark, masing-masing untuk trafik internasional dan lokal.
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 0 chain=prerouting in-interface=ether-local  dst-address-list=nice  action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix  passthrough=yes  1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix  passthrough=no  2 chain=prerouting action=mark-packet  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
Untuk rule #0, pastikanlah bahwa Anda memilih interface yang mengarah ke client. Untuk chain, kita menggunakan prerouting, dan untuk kedua packet-mark, kita menggunakan passthrough=no.
Jika Anda menggunakan web-proxy internal dan melakukan redirecting trafic, maka Anda membuat 2 buah rule tambahan seperti contoh di bawah ini (rule tambahan yang tercetak tebal).
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle pr Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 0 chain=prerouting in-interface=ether-local  dst-address-list=nice  action=mark-connection new-connection-mark=conn-iix  passthrough=yes  1 chain=prerouting connection-mark=conn-iix  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix  passthrough=no  2 chain=output connection-mark=conn-iix  action=mark-packet new-packet-mark=packet-iix  passthrough=no  3 chain=prerouting action=mark-packet  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no  4 chain=output action=mark-packet  new-packet-mark=packet-intl passthrough=no
Pengaturan Simple Queue
Untuk setiap client, kita harus membuat 2 buah rule simple queue. Pada contoh berikut ini, kita akan melakukan limitasi untuk IP client 192.168.0.2/32, dan kita akan memberikan limitasi iix (up/down) sebesar 64k/256k, dan untuk internasional sebesar (up/down) 32k/128k.
[admin@MikroTik]> /queue simple pr Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic  0 name="client02-iix" target-addresses=192.168.0.2/32  dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none  packet-marks=packet-iix direction=both priority=8  queue=default-small/default-small limit-at=0/0  max-limit=64000/256000 total-queue=default-small  1 name="client02-intl" target-addresses=192.168.0.2/32  dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none  packet-marks=packet-intl direction=both priority=8  queue=default-small/default-small limit-at=0/0  max-limit=32000/128000 total-queue=default-small
simple queue
Pengecekan Akhir
Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle maupun pada simple queue.
Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada setiap client dapat tersebar secara merata.

Laboratorium On-Line MikroTik


Buat kawan-kawan yang tertarik buat nge-lab RouterOS dengan topology yang cukup besar namun perangkat terbatas, kini anda sudah bisa melakukan kegiatan simulasi secara Online. 

Semua node router memiliki sistem operasi RouterOS dari MikroTik.





ASTA INFORMATICS kini telah menyediakan fasilitas Lab in The Cloud, yang dapat diakses menggunakan software cloud computing dari 2XAgar dapat mengakses lab secara Freekita hanya cukup mendaftar disini : 

                                                           FREE REGISTER

Anda akan diberikan username dan password untuk mengakses portal maksimal 2 x 24 jam setelah register.

Setelah Itu silahkan download program 2X Client disini :

Isikan Parameter berikut ini pada Aplikasi 2X Client untuk dapat mengakses portal lab : 



Di menu 2X client : 
Klik File > Add New 2X Connection

Primary server         : lab.astainformatics.com
Connection Mode    : Gateway SSL Mode
Port                          : 443
isikan username dan password sesuai dengan yang dikirimkan ke email anda.

Setelah berhasil login, akan muncul menu aplikasi seperti dibawah ini :




Untuk Mengakses Node Lab, silahkan gunakan aplikasi yang tertera di menu 2X Client, bisa dengan beberapa metode sbb :

1. Winbox

    R1-JKT  : 192.168.0.1 username : admin ; password kosongkan
    R2-BDG : 192.168.0.2 username : admin ; password kosongkan
    R3-BGR : 192.168.0.3 username : admin ; password kosongkan
    R4-SMI : 192.168.0.4 username : admin ; password kosongkan
    R5-SMG : 192.168.0.5 username : admin ; password kosongkan
    R6-YOG : 192.168.0.6 username : admin ; password kosongkan 
    R7-SLO : 192.168.0.7 username : admin ; password kosongkan

2. The Dude, setiap node bisa diakses langsung dengan cara Klik Kanan > Winbox

3. RDP digunakan untuk mengakses PC1 dan PC2 (Windows XP)

     PC1 : 192.168.0.8 username : PC-Lab ; password : mikrotik
     PC2 : 192.168.0.8 username : PC-Lab ; password : mikrotik

lingkungan lab masih sangat terbatas. Dalam satu hari, simulator ini hanya dapat diakses oleh maksimal 5 user yang dipakai bersamaan dan dibagi 2 kelompok, yaitu :
Shift I ( 06.30 s.d 18.00 WIB ) dan Shift II ( 18.30 sd 06.00 WIB )

TIPS :
Sesama user yang sedang login pada Shift yang sama, diharapkan dapat berkoordinasi dan berkomunikasi untuk melakukan kegiatan nge-lab bersama menggunakan software TeamSpeak. Anda dapat berinteraksi dengan user lain melalui chat dan voice. Petunjuknya akan didapatkan di email yang dikirimkan bersama usename dan password.

PENTING !!
Jika diperlukan untuk mengulang konfigurasi lab di lain waktu, silahkan backup konfigurasi anda melalui files backup di terminal atau Winbox dan save di komputer anda.

SELAMAT NGE-LAB==>>
hosted by Asta Informatics  
Join Juga di group Asosiasi Professional Mikrotik Indonesia (APMINDO)

Setting DHCP Server Mikrotik dengan WinBox

Artikel ini masih satu rangkaian dengan artikel sebelumnya yang dibuat sebagai bentuk dokumentasi dalam rangka membangun jaringan SMK DARUT TAQWA, pada peta jaringan tampak wireless yang digunakan untuk memberikan akses wifi diset dengan DHCP, sehingga IP client akan didistribusikan secara otomatis oleh server, begitu pula pada peta jaringan tampak lab 1 menggunkan ip manual, namun sungguh merepotkan untuk memeberikan IP satu persatu pada client apalagi client nya cukup banyak. Untuk itu kita bisa memberikan ip dinamis dengan cara menginstal dhcp server.
Untuk mengkonfigurasinya, asumsi anda sudah menginstal router mikrotik, dan iktui step by step berikut ini :
  • klik menu IP –> Poll, untuk membuat range IP yang akan disitribusikan, misal client akan diberi nomor IP dari 192.168.1.11 sampai dengan 192.168.1.60 asumsinya maka maksimal client yang akan diberi IP secara otomatis sebanyak 50 client. Maka pada name isi dengan pool_lab1, dan pada adresses 192.168.1.11-192.168.1.60, klik OK>

  • Saatnya mengaktifkan DHCP server, klik menu IP –> DHCP Server
    Pada name isi dengan nama jaringan atau apa saja, misal LAB1
    Pada interface pilih interface yang akan didistribuskian IP dinamis nya dalam hal ini ether1 karene ether1 terhubung ke hub di lab1
    Pada address poll pilih pool_lab1 (lihat step 1)
    Yang lainnya biarkan standar, kemudian klik OK
  • Selanjutnya mengkonfigurasi Default gateway dan DNS server apabila client akan dihubungkan ke internet. Masih di jendela DHCP Server klik tab Network,

    klik tanda plus (add) , pada address masukan 192.168.1.0/24 (artinya seluruh jaringan dibawah net 192.168.1.xxx) menggunakan gateaway (isikan gatewaynya) misal 192.168.1.1 (ip ether di mikrotik), dan DNS server dalam hal ini diisi dengan modem ADSL 192.168.2.1

    Klik Ok untuk mengakhiri, sampai tahap ini DHCP server telah berjalan
  • Berikutnya konfigurasi tiap client, untuk mengkonfigurasi buka jendela TCP/IP propertis dan pilih obtain untuk semua pilihan konfigurasi IP.
  • Saatnya kembali ke server mikrotik untuk mengetahui siapa saja yang terkoneksi ke server mikrotik dan diberikan IP address secara otomatis, pada winbox masih di jendela DHCP server pilih tab Leases, dan perhatikan daftar client yang terkoneksi.

Mendeteksi Penyebab Koneksi RTO


Beberapa hari yang lalu sebelum saya menulis ini,tiba-tiba jaringan internet speedy yang saya gunakan dirumah RTO melulu,mulai dari sore,malam sampe pagi tetap aja RTO,ping time tinggi,dan pastinya lelet bangetlah… :)

Setiap kali saya coba telpon operator untuk memastikan kondisi jaringan,tapi jawaban OP selalu “Jaringan Dalam Kondisi Normal/Stabil”,pusing juga nih,soalnya daftar file yang mau didownload masih ada sekitar 3 GB,klw mengandalkan keadaan seperti ini (RTO) atau 14 KB/S bisa-bisa nggak siap 3 hari downloadnya…
Untungnya masih ada nyimpan script program VB waktu masih kuliah dulu,sambil ditemani cemilan dan segelas CoffeeMIX,mulai lagi deh hoby lama,otak-atik program lagi…
Dari hasil scanning port yang digunakan untuk akses keluar/internet (Outgoing) ditemukan 3 file ganjil,dengan ekstensi *.EXE dan .DAT dilihat lokasi file-nya sepertinya memang bukan file system bawaan OS,tanpa pikir panjang langsung klik kanan “Kill Process”,tak disangka ping time langsung turun dari 750-an + RTO menjadi 50-an TANPA RTO,,
Ketemu juga akhirnya biang kerok masalahnya,,ternyata TROJAN yang menyamar sebagai file cookie browser,,sekilas tidak mirip virus karena file2 ini bekerja layaknya FTP client yang menggunakan port FTP dan WEB HTTP,antivirus andalan saya gak bisa mendeteksinya,mungkin lantaran cara kerjanya tidak seperti virus,,, yang lebih gila lagi ternyata file2 aneh ini mengambil jalur cukup besar yang melebihi jalur untuk download manager,jangan2 file2 aneh ini “mengupload isi kompie saya”,,,untung aja cepat ketahuan dan speedy ku kembali sehat wal afiat,,,,, :)
Screenshot waktu bermasalah :
Screenshot waktu TIDAK bermasalah/sdh Normal :
Ini Screenshoot program sederhana yang saya gunakan (ini sample aja,bukan shoot waktu praktek bersihkan virus):

IT DEPLOYMENT TEAM: Requst Time Out Dan Destination Host Unreachable P...

IT DEPLOYMENT TEAM: Requst Time Out Dan Destination Host Unreachable P...: Pengertian Request Time Out (RTO) – Requst Time Out adalah ketika Komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari klien setelah be...

Requst Time Out Dan Destination Host Unreachable Pada Sebuah Jaringan



Pengertian Request Time Out (RTO) – Requst Time Out adalah ketika Komputer server tidak merespon permintaan koneksi dari klien setelah beberapa lama (jangka waktu timeout bervariasi) antara lain karena:

Penyebab RTO (request time out) :

1. Utilisasi/pemakaian bandwidth sudah penuh. solusi harus upgrade kecepatan.

2. Kualitas akses jaringan (wireless/wireline) kurang bagus.

3. website yang dituju memiliki delay yang tinggi, sehingga ping timeout.

4. Koneksi ke IP tersebut putus, atau

5. Port di komputer tersebut ditutup

6. Adanya Firewall

7. Kabel rusak atau tidak terpasang.

Cara Mengatasinya :

Check kembali penulisan IP Tujuan pada sintaks ping

Check kembali apakah pemasangan kabel sudah tepat di Komputer tujuan

Check kembali NetID pada computer tujuan

Matikan Firewall di kedua computer (Cara Matikan Firewall)

Destination unreachable, terjadi jika host, jaringan, port atau protokol
tertentu tidak dapat dijangkau. Komunikasi di jaringan tergantung dari beberapa kondisi yang ditemui.

Pertama, protokol TCP/IP harus dikonfigurasi untuk device yang mengirim dan menerima data. Termasuk pemasangan protokol TCP/IP dan konfigurasi alamat IP dan subnet mask. Default gateway juga harus dikonfigurasi jika datagram keluar jaringan local. Kedua, device harus ditempatkan untuk melewatkan datagram dari device asal dan jaringannya ke device tujuan. Router juga harus mempunyai protokol TCP/IP yang dikonfigurasi di interface-interfacenya dan harus menggunakan protokol routing tertentu.
Jika kondisi tidak ditemukan, kemudian komunikasi jaringan tidak dapat dilakukan. Device pengirim mengalamatkan datagram ke IP address yang tidak ada atau ke device tujuan yang tidak terhubung ke jaringan. Router dapat juga sebagai titik kesalahan jika koneksi interface putus atau jika router tidak memiliki informasi yang berguna untuk menemukan jaringan tujuan. Jika jaringan tujuan tidak dapat diakses, hal seperti ini disebut dengan unreachable destination.

Jika anda menemui pesan “Destination Host Unreachable” saat melakukan tes koneksi via Command Prompt pada komputer Windows anda ,maka ada 3 masalah yang harus di perbaiki :
1. Kabel jaringan,LAN Card atau Wireless USB kemungkinan tidak terhubung ke PC atau
perangkatnya rusak
2. HUB/SWITCH tidak di nyalakan atau rusak
3. Status “Local Area Connection” masih “Disable” pada Network Connection di
Control Panel

Penyelesaiannya :
Masalah 1 : hubungkan perangkat jaringan tersebut dengan baik pada posisinya,jika
perangkat rusak maka perlu di ganti posisi PCI untuk LAN Card ke slot
yang baru(jika tidak berdampak sama sekali maka gantilah dengan baru),
Jika perangkat adalah Wireless USB,maka pastikan lampu indicator menyala
dan coba di pindahkan ke port USB yang lain (jika tidak berdampak sama
sekali maka gantilah perangkat dengan yang baru).

Masalah 2 : Nyalakan HU/SWITCH dan coba pindahkan kabel jaringan komputer target ke
slot yang lain ,lalu coba tes koneksi lagi.Jika tidak ada perubahan
setelah di cek dengan penyelesaian masalah 1 maka dapat di pastikan
HUB/SWITCH anda rusak,sehingga harus di perbaiki atau di ganti dengan
yang baru.

Masalah 3 : Klik kanan pada Local Area Connection yang disable dengan warna abu abu
lalu klik enable dan coba lakukan tes koneksi lagi.



Minggu, 17 Maret 2013

Step-by-Step Guide for Windows Deployment Services


Step-by-Step Guide for Windows Deployment Services
By
Rolly Lavapie
SMASHWORDS EDITION
***

Thank you for downloading this free ebook. You are welcome to share it with your friends. This
ebook may be reproduced, copied and distributed for non-commercial purposes, provided the
book remains in its complete original form. If you enjoyed and learned something from this
ebook, please return to Smashwords.com to discover other works by this author. Thank you for
all your support.

All copyrights, quotations, websites, or registered trademarks listed in this ebook are merely
listed as examples or reference. The author is in no way affiliated with any companies, services,
websites, quotations, properties or names mentioned herein, and each individual trademark or
copyright listed within this ebook belongs only to the respective owner. Any references, prices,
policies, and procedures mentioned herein are subject to change without notice. It is the user’s
responsibility to ensure that they follow the terms, EULA, and any other conditions of any
software, websites, and any other property, or item mentioned within this guide.
Microsoft and Windows are registered trademarks of the Microsoft Corporation in the United
States and/or other countries.

***
Table of Contents
  • Introduction
  • Technical Requirements
  • Installation and ConfigurationProcedure to Capture Image
  • Procedure to Install Image
  • Resources Links
  • About the Author

***

Introduction

WDS (Windows Deployment Services) is a Windows 2008 Server's built-in component. It is
used for deployment of Windows operating system. If you want a reliable, free, and easy to use
Windows Image deployment system, WDS is your best bet.
This ebook contains a step-by-step procedure on how to install, configure and deploy Windows
operating system such as Windows 7 Operating System using Windows Deployment Service.
***

Technical Requirements

This guide assumes that the following technical requirements were met:
Operating System:
Windows 2008 Server R2 SP1.
Roles and Features:
Active Directory. The server must be either a member of AD DS Domain or a Domain
Controller.
DHCP. The server must have Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) loaded and
working. Workstations on the network will boot PXE and will obtain IP Address from the DHCP
Server.
DNS. The server should have a working Domain Name Services.
For a guide on how to install and configure those additional server roles and features, please visit
http://www.techzzone.com.

***

Installation and Configuration

Steps to install Windows Deployment Services.
Step 1: Click Start.
Step 2: Click Administrative Tools.
Step 3: Then, Click Server Manager.
Step 4: Add Roles, located in the Roles Summary pane.
Step 5: Click Next.
Step 6: Then, Select Windows Deployment Services.
Step 7: Click Next.
Step 8: Make sure that the Development Server and Transport Server is checked.
Step 9: Click Next.
Step 10: Click Install. Wait for few minutes to finish installation.
Step 11: Then, Click Close.
Steps to configure Windows Deployment Services.
Step 1: Click Start.
Step 2: Click Administrative Tools.
Step 3: Then, Click Windows Deployment Services.
Step 4: In the left pane of the Windows Deployment Services MMC, expand the list of server.
Step 5: Right-click the server.
Step 6: Click Configure Server.
Steps to create Boot Image.
Step 1: Click Start.
Step 2: Click Administrative Tools.
Step 3: Click Windows Deployment Services.
Step 4: In the left pane of the Windows Deployment Services MMC, expand the list of server.Step 5: Right-click on the Boot Images.
Step 6: Select Add Boot Image.
Step 7: Click Browse
Step 8: Insert your original Windows 7 CD on your CDROM Drive, and then navigate through
the following file path. D:\sources\boot.wim.
Step 9: Click Open.
Step 10: Click Next.
Step 11: On Image Name box, type Install Image.
Step 12: On Image Description box, type Install Image.
Step 13: Click Next. Wait for few minutes to finish adding boot image.
Step 14: Click Finish.
Steps to create Capture Image.
Step 1: On the WDS MMC left pane, Navigate through Boot Images > Install Image.
Step 2: Right-click on Install Image.
Step 3: Select Create Capture Image.
Step 4: On the Image name box, type Capture Image.
Step 5: On the Image description box, type Capture Image.
Step 6: Click Browse. The capture image file will be created and save on the server.
Step 7: Navigate through c:\remoteinstall\.
Step 8: Type File name: CaptureImage.wim, then click Open.
Step 9: Click Next. Wait for few minutes to finish creating capture image.
Step 10: Check Add image to the Windows Deployment Server, then click Finish.
Step 11: Click Next, Click Next, Click Next.
Step 12: Click Finish.

***
Procedure to Capture Image

On your workstation, install Windows 7 operating system and any special software application
that you need on your system. Download and install critical and security updates from Microsoft
Update. Make the necessary adjustment on your graphics settings, sounds, date and time.
Configure other devices such as network inteface card (NIC), printers, etc.
Once your queen workstation is ready for deployment, connect it to your private network where
your WDS server is connected. Sysprep your PC. Sysprep tool is located in the following folder
C:\Windows\System32\Sysprep\.
Double-click Sysprep.exe
On the System Cleanup Action, select OOBE.
Check Generalize.
On Shutdown Options, choose Shutdown.
During Sysprep process your pc will shutdown. Reboot your PC and Boot PXE when it comes
up. Note: To boot PXE on HP computers, hit F12. Any other brand, please refer to the
manufacturer's manual.
During the PXE boot process, you will be prompted to choose two options: Install Image or
Capture Image.
Select Capture Image, and then hit the Enter key.
On the Windows Deployment Services Image Capture Wizard, Click Next.
On the Volume to capture. Select D.
On the Image name box, type Windows 7 Image.
On the Image name box, type Windows 7 Image.
Click Next.
Click Browse, Save the image file on D:\Windows7.wim.
Check Upload image to a Windows Deployment Services.
On Server name, type the IP Address of the WDS Server (Example: 192.168.0.1).
Click Connect.WDS will prompt you to enter username and password. Enter the administrator account and
password, and then click OK.
On the Image Group name, Select Imagegroup1.
Click Next. Wait for several minutes to finish capturing the image.
Done.
***

Procedure to Install Image

Connect your PC to your private network.
Turn on your PC. Boot on PXE (For HP Computers, Press F12 when it comes up).
Select Install Image, and then hit Enter.
Click Next.
Select the Operation System you want to install (Example: Windows 7).
Select the partition you want to install the image. (You can also delete, re-format, and create new
partition if you want to).
Click Next.
Click OK.
Windows is now installing. Wait for several minutes to finish installation.
The System will reboot after the installation.
Done.
***

Resources Links

Windows Server 2008 R2 System Requirements
Installing Windows Server 2008 R2
Getting Started with Windows Deployment Services***
About the Author
Rolly Lavapie is a technology analyst, author, and founder of Techzzone.com, a technology blog,
reviews, how-tos and resource website. It covers a wide range of technology related topics and
products - from hardware to software, games to gadgets, and how-tos to downloads.
Rolly's objectives are to inspire, to provide and share solutions and insight to any technology
related issues and updates. You can connect with Rolly through Google Plus or visit
Techzzone.com.